RBM ROOM

…..Hal yang pasti, situation Room bernama RBM ROOM tidak berbicara tentang komputer atau aplikasi komputer…

Juga tidak bicara tentang publikasi web. Komputer dan aplikasinya dimanfaatkan karena memiliki kekuatan mempresentasikan. Nilainya sama dengan maket tiruan lansekap suatu kawasan. RBM ROOM adalah gagasan mengenai interface for integrated executive information. Penyajian terpadu khusus lingkungan internal pengelolaan kawasan konservasi. Sekali lagi, internal.

 

1. Aplikasi Basisdata dan RBM Room

Aplikasi basisdata memiliki kemampuan tinggi mengelola data yang bersumber dari tallysheet. Tidak hanya itu, aplikasi basisdata kadang dilengkapi kekuatan dalam mengolah, menganalisis dan menampilkan dengan beragam metode dan sajiannya, bahkan melebihi kebutuhan. Namun, tidak seluruh data/informasi bisa ditampung dalam format tallysheet. Banyak sekali informasi yang bersifat khusus atau pencilan yang apabila diakomodasi dalam logika basisdata akan mendorong inefisiensi, bahkan mengganggu integritas database itu sendiri. Keseragaman total struktur data bukanlah tindakan bijak karena akan menghilangkan informasi tertentu. Mengingat setiap kawasan konservasi adalah unik, jauh lebih baik mendorong mengembangkan sistem perdataannya sendiri sesuai dengan karakter dan kebutuhan masing-masing. Atas pemikiran ini, aplikasi basisdata yang baik adalah aplikasi yang menyediakan menu kepada pengguna untuk membuat tabel datanya sendiri.

Jaringan database terintegrasi antara UPT atau parapihak adalah konsep yang logis namun faktanya belum siap untuk dilaksanakan. Ada problem kultur organisasi mengenai komitmen mengawal dan melaksanakan bersama. Penanganan data terintegrasi diantara parapihak memerlukan konsentrasi sumber daya yang sangat besar dan seyogyanya sebanding dengan tujuan yang ingin dicapai. Untuk mengatasinya, diperlukan suatu dukungan antarmuka yang berkonsentrasi bukan pada data melainkan hasil olahannya saja. Antarmuka yang mengemas hasil analisis dan rekomendasi dari parapihak pemilik data dalam suatu sajian yang bersifat umum, ringkasan, mudah difahami, cepat disajikan. Yang paling penting, tidak terikat dengan logika struktur basisdata namun memiliki struktur informasi yang relatif baku. Format konvensional yang telah ada biasanya berbentuk hard copy summary eksekutif.

Situation Room digagas untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Penekannya kepada konsep penyajian, bukan memproduksi data. Sebagai konsep penyajian, situation room merupakan antarmuka penyajian terpadu dari berbagai lokasi berbeda, waktu berbeda dan sumber berbeda.Situation Room berisi sistematika standar informasi yang masing-masing berisi kalimat pendek, gambar, peta, grafik, foto dan potongan film atau suara. Ditujukan kepada pihak manajemen untuk memberikan pemahaman umum suatu keadaan secara cepat. Apabila pihak manajemen memerlukan informasi lebih detail dan khusus, permintaan tersebut dapat diarahkan kepada pemilik data. Konsep ini cocok untuk suatu penanganan isu yang digarap melalui forum antar lembaga. Hal penting dalam situation room adalah bagaimana memahamkan situasi krisis suatu keadaan tertentu. Hal ideal dalam sitution room adalah informasi tersebut bersifat real-time atau near real time. Dan yang paling utama, bagaimana setelah dukungan informasi sedemikian lengkap disampaikan, segera ditindaklanjuti dalam suatu aksi dan kebijakan konkret.

 

Gambaran umum hubungan Aplikasi Basisdata dan Sitution Room

 

Gambaran Umum Pengelolaan Data dan Informasi Kawasan Konservasi (Sumber : Pedoman RBM-draft)

 

Gambaran umum konsep Kelola Minimal Kawasan (KMK) dalam skema Kelola Minimal Pengetahuan (KMP) kawasan.

 

2. Struktur Informasi RBM Room

Struktur Informasi RBM Room dapat disebut sebagai menu fast food dalam suatu restoran yang disajikan kepada Manajemen. Diolah oleh masterchef di dapur Basisdata/GIS/RS. Apabila Manajemen memesan informasi di luar menu fastfood itu, para masterchef akan meracik bahan-bahan yang berasal dari tallysheet dan informasi lainnya. Kualitas sajian sangat tergantung pada penguasaan resep alias metoda analisis, kemampuan berasosiasi, dan tentu saja kekayaan bahan.



3. Protokol RBM Room

Protokol dibangun dan disepakati untuk mengatur hubungan petugas/institusi-petugas/institusi, petugas/institusi-sistem, sistem-sistem. Kesepakatan ini dituangkan dalam suatu SOP (ProsedurStandar Operasional), Juknis/Juknis atau Surat Keputusan Pimpinan. Protokol RBM-SMART ROOM ditujukan untuk mengatur aliran informasi dan disusun sederhana :

  1. Setiap petugas menyampaikan tallysheet hasil survey/patroli dan informasi lainnya kepada pengelola data.
  2. Informasi disampaikan secara langsung atau melalui e-mail.
  3. Pengelola data mengentri data lapangan kedalam aplikasi basisdata, menganalisis dan membuat sajian informasi mengacu standar informasi RBM ROOM.
  4. Informasi bersifat ringkas dalam kalimat pendek.
  5. Seluruh staf memiliki akses yang sama untuk membaca tapi tidak seluruh staf memiliki akses yang sama untuk mengedit.

4. Penggunaan dan Pengembangan RBM Room

Perbedaan format RBM Room pada masing-masing level (PHKA, UPT, Mitra) terletak pada kedetilan informasi. Masing-masing dapat mengembangkan lebih lengkap struktur informasi sesuai kebutuhannya. Entitas informasi tidak lagi berdasarkan lokasi UPT atau Resort melainkan bisa merupakan kasus khusus, fitur kunci kawasan atau periode waktu tertentu. Pengembangan Situation Room dapat diarahkan kepada database artikel dengan memanfaatkan aplikasi pengelola CMS (Contain Management System) yang jauh lebih memudahkan dalam pengelolaan content. Manakala aliran informasi sudah mulai banyak, informasi semakin kompleks, sumber daya manusia sudah siap, dan memang kebutuhan sudah mulai meningkat, maka pengembangan Situation Room sudah harus mulai difikirkan.

Dari keseluruhan rencana pengembangan, aspek anggaran, metode dan teknologi adalah bagian yang paling mudah. Aspek paling mendasar dan harus diprioritaskan adalah kesiapan SDM. Bisnis pengetahuan ditopang oleh kuantitas dan kualitas sumber data. Oleh karena itu investasi yang cerdas adalah bagaimana meningkatkan kehadiran petugas di lapangan dan memberikan keterampilan yang membuat para petugas itu tahu apa yang harus dikerjakan saat di lapangan.

Apakah permasalahan kawasan dapat selesai hanya dengan data ? Tidak, tapi selesaikan dulu ini. Dan berikan pertanyaan itu tidak kepada staf melainkan pimpinan[]

 

sekedar contohnya disimpan di https://sites.google.com/site/rbmsitroom/

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: