PETA KERJA RESORT BASED MANAGEMENT

Di lapangan tanpa peta kerja, kompas atau GPS ? Sebaiknya tak usahlah pergi. Mandor tebang HPH saja selalu menyimpan lipatan peta kecil dari kertas kalkir di dompetnya. Minimal untuk navigasi.

Seperti apa sih peta kerja untuk kawasan konservasi ? Bebas terserah. Mau berapa pun tema dimasukkan. Boleh juga ditambahi tulisan “Peta ini hanya digunakan untuk kebutuhan internal. Penggunaan untuk tujuan berketetapan hukum harus berkonfirmasi kepada Badan Planologi Kehutanan”. Tidak pake informasi tepi pun ga masalah. Skalanya berapa ? terserah juga, pokoknya sesuai kebutuhan. Yang penting peta itu memenuhi 2 kebutuhan utama : Navigasi lapangan dan Menentukan target lokasi kerja.

Oleh karena itu, peta kerja wajib ditambahi kotak-kotak blok alias karvak alias grid. Kenapa? Kotak blok itulah unit informasi atau unit analisis atau unit target lokasi beraktifitas. Ukurannya, sekali lagi, bebas. Bisa 1 km x 1 km atau sesuai kebutuhan saja.

Peta kerja bisa juga kosongan. Contohnya di TWA Camplong – Kupang NTT seperti gambar berikut ini. Cuma ada peta blok dengan delineasi batas TWA Camplong. Daerah penyangga ikut diberi blok biar mengingatkan untuk tidak autis dan itupun area kerja terutama bagi fungsional penyuluh.

Boleh juga memanfaatkan citra gratisan dari GoogleEarth. Kebetulan TWA Camplong terliput oleh DigitalGlobe 2008. jadi gambarnya bagus. Para staf di Kantor Seksi Wilayah bisa rame-rame mencermati, menumpahkan pengetahuan dan pengalaman pribadinya dalam suatu sketmap yang menyenangkan. Dimana saja potensi dimana saja gangguan. Dimana sebaiknya survey flora dimana lokasi Rehabilitasi. Peta dicorat-coret, ditulisin informasi lalu dibungkus dalam suatu analisa sederhana menentukan profil kawasan. Boleh juga profil setiap blok jika memang punya informasi yang cukup. Jika tidak ? Nah, blok itulah jadi sasaran lokasi survey atau patroli. Tidak semua harus didatangi dengan segera. Jika tahun ini punya anggaran cukup 2 blok ya 2 blok sajalah.

Kalo pas sketmap staminanya masih tahan, informasi yang ada sudah dianggap cukup, bisa dilanjut dengan menyusun daftar usulan kegiatan. Jangan lupa untuk realistis. Dan jangan lupa juga hasilnya dikasihkan ke staf yang faham seluk beluk anggaran. Mereka yang akan menerjemahkan kedalam bahasa keproyekan. Maklumlah hingga saat ini panglima dari penyelenggaraan negara adalah aturan ketat administrasi. Satu kantor boleh pake uang negara jalan-jalan ke Bali atau Batam selama itu terbungkus dalam sebuah nama kegiatan, sudah pas kode mata anggarannya dan sudah diajukan tahun sebelumnya dalam rencana kegiatan.

peta rkt

 

Akan lebih sempurna bila Seksi/Resort, tim GIS, Tim perencanaan berembug menetapkan akan beraktifitas di petak mana tahun ini. Tambah sempurna jika Dokumen Rencana Kegiatan-Anggaran disandingkan dengan peta kerja, untuk merujukkan kejelasan lokasi petak pada setiap kegiatan yang ada. Mangkin sempurna lagi jika memicu kebiasaan baru, yakni perencanaan kegiatan tahun depan didasarkan kejelasan lokasi hasil rembugan sebelumnya. Tapi pelan-pelan saja dulu.

Yang penting, dalam prosesnya melibatkan personil seluas-luasnya agar jadi pengetahuan bersama. Struktural, perencana, pengelola anggaran rela berkomunikasi, tidak jaim, tidak bossy. Staf diyakinkan dengan ikut turun ke lapangan dan menunjukkan keberanian ambil resiko dan sama-sama menantang bahaya. Dengan cara ini trust lahir. Dukungan penuh tanpa resistensi adalah variabel utama dalam dunia organisasi modern.

 

PETA HARUS DIDISTRIBUSIKAN

Peta Kerja Resort idealnya dimiliki oleh setiap petugas Resort. Dibawa-bawa didalam tas kerja kalau terlalu besar atau disimpan di dompet kalau ukurannya kecil. Penting juga membuat peta yang agak bagusan ‘dikit. Formal, ada tanda tangannya. Sebaiknya peta resmi yang dikeluarkan oleh Planologi Kehutanan saja. Untuk apa? Untuk diberikan kepada kepala desa atau camat atau pemimpin di lingkungan penyangga kawasan konservasi. Kata rekan Deddy Asriadi TN Bantimurung Bulusarawung, “bukan mereka yang ada dalam kawasan hutan, tapi kita yang berada dalam kawasan mereka”.  Masyarakat sekitar, juga pemerintah setempat, ingin tahu apa yg dilakukan pengelola hutan di tanah mereka.

PETA KERJA RESORT DALAM GPS

Karena ke lapangan harus selalu bawa GPS (idealnya gitu), peta kerja pun bisa disimpan dalam GPS sebagai file track. Termasuk blok dan koordinat titik tengah blok yang kesemuanya akan sangat membantu saat navigasi lapangan. Dengan mudah diketahui posisi kita terhadap kawasan. Bahkan GPS kita menjadi sangat “cerewet” memberi tahu kita ada di blok nomor berapa.

Salah satu caranya simpel : shapefiles plyline (harus polyline bukan poligon) batas kawasan dan blok dibuka di aplikasi GlobalMapper lalu pilih menu FileExport Vector Data…pilih Export GPX (GPS Exchange Format File)…Setelah itu bukalah Aplikasi Easy GPS, MapSource atau pembaca file GPX. Sambungkan GPS ke komputer dan Klik Send to Device.. Demikian juga untuk waypoint berisi data koordinat titik tengah blok (centroid).

PETA KERJA YANG KEREN DI GADGET ANDROID

Agar tak tampak kesan beli gadget android demi fashion atau cuma lifestyle, gadget bisa dimanfaatkan menjadi device peta kerja yang powerfull untuk dua hal penting. Pertama, sangat oke bernavigasi ria karena built in GPS dan basemap satelit imagery-nya. Juga untuk aktifitas rame-rame sketmap sebagaimana disebut diatas. Curahan pengetahuan pribadi setiap anggota resort/seksi bisa langsung direcord secara spasial didalamnya. Ngetik rencana kerja dan daftar usulan kegiatan sekaligus dikirim via e-mail ke unit perencanaan di kantor Balai.

Saya menggunakan Samsung Galaxy Mini GT-S5570 satu jutaan. Beli bekas karena belum mampu beli yang model tablet. Download Free aplikasi My Tracks dari market android. Koleksi File batas kawasan dan peta blok dalam format GPX saya simpan di /sdcard/mytracks/gpx. Setelah mengaktifkan aplikasi dan mengimport semua file GPX, Gadget murah itu sudah bisa dipake sebagai peta kerja. Saya coba untuk peta TWA Camplong NTT, Taman Nasional baluran dan Ujung Kulon.

Sedikit saran, sebaiknya delineasi batas dibuat dalam satu track agar tampil utuh. Jika tidak, TN Baluran misalnya, hanya tampil daratannya saja atau perairannya saja. Caranya dengan meng-cut semua point dalam track dan mem-paste-kannya ke track yang satunya. Lalu hapus track yg sudah tidak berisi point itu.

9 Responses to PETA KERJA RESORT BASED MANAGEMENT

  1. kebogiraz mengatakan:

    “Beli bekas karena belum mampu beli yang model tablet”— nyindirrrrr….
    Sialnya, walaupun sdh pk tablet, kalo msk hutan gak ada sinyal, peta gak bisa terdrawing dg baik. Cm grid2 yg muncul itupun karena kesimpen di device. Sy msh cr aplikasi yg bs nyimpen peta online br bs dibuka offline.

  2. nurmanhakim mengatakan:

    hehehehe sumpah mas bro blom mampu sekarang mah hahahaha. soal offline ini saya juga blom tau apakah ada cache yang menyimpan “ingatan grafis” disaat sinyal ga dapet. Saya malah tunggu info dari panjenengan Sunan bekol :-))

  3. diazwongalas mengatakan:

    mantab mas brow…

  4. uki mengatakan:

    Setuju. KEmampuan dasar banget itu pengetahuan lapangan. dan itu sudah dimiliki dan melekat petugas perum dari jaman dulu. Bagaimana kita sekarang menggunakannya. Makasih mas, masukan yang sangat simpel untuk tambahan materi minggu ini, sekalian mhn ijinnya yah🙂

  5. nurmanhakim mengatakan:

    sama-sama mbak Ruki, ini pun terinspirasi dari praktek Mbak Ruki dkk di TN Halimun. Semoga peta kerja kawasan konservasi lama-lama bisa sedetil Perhutani. gak kasar kotak-kotak kayak sekarang.
    oya, aku blom sempet mewujudkan keisengan bikin protaktor latlon…mending ga usah kali ya…UTM forever ajaahhh..
    wait, tambahan materi minggu ini ?ada apakah gerangan di merapi ?

  6. eMWe mengatakan:

    Kami di seberang (Juanda 100), sudah membuat android supaya bisa membaca batas kawasan hutan dan jika digoyang maka akan memberi tahu penggunanya sedang di dalam atau di luar kawasan hutan, kami menyebutnya GPS Kawasan Hutan (di Youtube ada demo yg dilakukan pak Ardi dr TNGP). Di dalam android itu kami tanam citra TN yg ada + peta batas kawasan & batas kecamatan di sekitar TN. Tahun 2012 ini android itu akan kami bagikan ke TN2 di Jawa. Kami berfikir alat itu dapat membantu temen2 di resort untuk mengenali batas kawasannya. Alat tersebut bekerja hanya mengandalkan GPS saja, jd ga perlu pulsa..takut ga ada BTS kalo di hutan. Kalo ini bisa digabung dengan peta kerja resort tentu akan lebih bermnfaat lagi..

  7. addi mengatakan:

    pak, bisa minta data shape file taman nasional baluran ndak?

  8. Wahyoejati mengatakan:

    Ok mas, sepakat banget…… Peta sangat penting saat keg di lapangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: