Situation Room

SEMAR[1] : Situation and Management Room PHKA

Masih ingat adegan di Rambo III saat Stalone dan Mujahidin Afganistan duduk jongkok berkeliling memperhatikan batu dan coretan di pasir lalu seseorang bilang “Kaboom Tank”. Atau Film keren Avatar besutan james Cameron dimana Sam Worthington dan Stephen Lang mengamati hologram Pohon besar tempat tinggal masyarakat Na’vi. Atau ini dia yang dikesankan real time, Black hawk Down. Itu contoh dari banyak film yang menampilkan adegan dimana sekelompok orang memperhatikan satu display untuk memahami sebuah  situasi dalam situation room. Dipilih kata Situasi atau situation agar lebih terangkat gambaran kritis, sehingga memunculkan sense of crisis yang relatif sama.

Pemetaan Partisipatif

Situation Room

Istilah Situation room membawa pada imajinasi sebuah ruangan dengan dukungan teknologi tinggi dan mekanisme kerja yang mengandalkan kecepatan dan ketepatan. Sebut saja citra resolusi tinggi, telekonferensi, koneksi ke seluruh pusat data strategis, dan semua imajinasi dalam film Mission Impossible atau agen 007. Sekelompok pimpinan tertinggi militer dan orang nomor satu duduk berkumpul dalam ruang berkeamanan tingkat tinggi mengakses informasi mutakhir dan membuat keputusan-keputusan penting[2].

Hologram The Big Tree di film Avatar mengingatkan maket dikantor Balai TN Bromo Tengger Semeru, Balai TN Halimun salak atau TN Gede Pangrango. Maket itu menjadi instrumen penting memahami lansekap, menghubungkan suatu peristiwa dengan informasi spasial dan mendorong pengetahuan individu menjadi pengetahuan bersama. Konsep Knowledge management System yang penting untuk percepatan RBM,  tersimpan dibalik ide maket yang tadinya dibuat hanya untuk alat peraga pameran konservasi.

 (Sumber gambar http://www.exfanding.com/2010/01/exfanding-review-avatar.html)

___

Penulis tidak tahu sejak kapan konsep situation room muncul. Namun ide itu dipastikan lahir oleh dorongan untuk memahami secara bersama-sama sebuah keadaan. Sebagaimana kita tahu, organisasi adalah sekumpulan orang yang bekerja sama mencapai sebuah tujuan. Maka pengetahuan sebagai sebuah aset organisasi perlu menjadi pengetahuan bersama. Dengan cara ini kerja sama akan tercipta dan sekaligus meminimalkan resistensi terhadap sebuah keputusan organisasi. Kenapa? Karena semua yang terlibat faham situasi dibalik keputusan itu. Termasuk terhadap keputusan untuk tidak melakukan atau menunda melakukan sesuatu.

____

Kegagalan invasi di Teluk Babi-Kuba tahun 1961 untuk menggulingkan Fidel Castro, mendorong pemerintahan JF Kennedy membuat semacam Situation Room yang dapat memasok informasi secepat mungkin mengenai kondisi terakhir (real time). Inggris pun punya,  yang disebut Cabinet Office Briefing Rooms (COBR). Di Indonesia, UKP4 dengan dukungan sarjana dari Akademi Sandi mengembangkan situation room untuk mengakses perkembangan kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh kementerian-kementerian sebagai bahan informasi untuk presiden.

____
SITROOM di PHKA

Sitroom, kependekan situation room, adalah eksperimen yang dikembangkan oleh READER (Research & Develeopment For RBM)[3] dalam konteks manajemen informasi. Meski tetap dengan mimpi seperti di film spionase yang hi-tek, sementara ini jangan dibayangkan sitroom yg dimaksud seperti itu.

Sitroom RBM saat ini adalah interface gaya website (biar gampang ngedit),  offline (karena tidak perlu dilihat banyak orang), ditampilkan di ruang Pimpinan (jika belum punya ruang presentasi), dengan infokus (biar bisa dilihat rame-rame) dan berisi hyperlink pada beberapa tema standar (UPT menambahkan sesuai kebutuhan). Sangat sangat simpel.

Simulasi Situation Room di BBKSDA NTT, 19 maret 2012

Saat ini baru dikembangkan 22 informasi tematik yang perlu digali pada setiap resort (profil, prioritas pengelolaan, peta kerja, rencana kerja, Register Talley Sheet, Analisis Citra, Peta Area Terbuka, Peta Kerawanan, Peta Potensi, Daerah Penyangga, Kasus, Pengukuhan, Pemantapan, Dokumen Kawasan, Personil staf, personil struktural,Sarpras, Potensi, Kronologi, Dokumentasi Hasil Kajian, Kemitraan, Lainnya). Bagian yang paling utama dalam Sitroom adalah Informasi Profil dan Prioritas Pengelolaan. Kedua tema ini merupakan muara yang merangkum keseluruhan proses mulai dari hulu.

Sitroom adalah terminal akhir dari proses pengelolaan informasi yang dilakukan Tim RS/GIS dan Basisdata baik di UPT maupun PHKA pusat. Merekalah para chief yang memasak dan menyajikan hidangan informasi, analisis dan tawaran opsi tindakan kepada pimpinan. Bahan bakunya berasal dari aplikasi SIM RBM, informasi Polhut dan SPORC, informasi lisan para senior yang dicatat para junior, informasi kader konservasi binaan, informasi dari mitra, pemetaan partisipasi atau kajian yang khusus untuk suatu kasus tertentu.

Dari sisi non teknis, Sitroom adalah tool katalis mendorong pengetahuan pribadi menjadi pengetahuan bersama yang terdokumentasi. Informasi sebuah resort di kawasan konservasi menjadi lebih komplet dan siap untuk dibuatkan profilnya, siap untuk dianalisis prioritas kebutuhannya, siap untuk dibuatkan anggarannya, dan segera dapat dilakukan tindakan terhadapnya.

Proses mulai dari patroli kawasan, bertindak di lapangan, menjumput data, melaporkan hasil pekerjaan, laporan intelijen Polhut, wawancara staf senior, info dari mitra, menginput kedalam SIM, mengolah, menganalisis, menyodorkan prioritas dan opsi tindakan, seluruhnya terangkum dalam Sitroom. Dalam hal data, Sitroom adalah terminal akhir manajemen informasi. Dalam hal pekerjaan, Sitroom adalah rangkuman laporan seluruh tugas yang telah diselesaikan. Sitroom seakan-akan berbicara faith a comply “Para staf sudah melaksanakan tugas, giliran pimpinan membuat keputusan, memilih tindakan, mengeluarkan perintah”.

Setelah aplikasi SIM menjadi tool bagi level staf, mudah-mudahan Sitroom menjadi tool yang mendorong gagasan RBM untuk Pimpinan []


[1] SEMAR atau Situation and Management Room hanyalah nama yang secara subyektif dipilih agar tampil lebih lokal. SEMAR pun dapat berarti SistEm MAnajemen Resort untuk aplikasi database yang dikembangkan dalam rangka mendukung gagasan Pengelolaan Kawasan Konservasi berbasis resort (Resort Based Management).

[2] Silakan dibaca di situs Wikipedia.

[3] Jangan bingung dan diambil hati untuk istilah READER atau IQRO ini. Sekedar iseng memberi nama pada aktifitas yang 3 tahun terakhir bersama rekan-rekan di beberapa UPT dan mitra.

4 Responses to Situation Room

  1. baluran and me mengatakan:

    kalo dulu raja punya orang sakti yang bisa berada di banyak tempat di waktu yang bersamaan, atau minimal hanya selisih seper seratus detik. lalu mesin informatika dalam tubuh dukun itu akan menjadi sumber data life tentang wilayahnya.
    jadi yang disebut orang sakti jaman sekarang adalah yang lihai dengan sandi2 pemrograman dan menguasai teknologi intelegen..
    bukan begitu pak bro?🙂

    • nurmanhakim mengatakan:

      kalo dulu ya sabdopalon nayagenggong kali ya..? hehehe
      kalo sekarang ya mas bro sama temen2 PEH itulah. Otentik di Baluran sedemikian rupa, pantes ada nama sunan karangtekok atawa sunan bitakol..

  2. kebogiraz mengatakan:

    akhirnya saya menemukan alasan kuat dan momentum untuk menempelkan link alamat ini ke baluran 01😀

    • nh mengatakan:

      untuk urusan informasi ini, sebetulnya cuma butuh cenayang di 77 UPT, 5 direktorat teknis dan 1 di sekditjen. lewat mereka, informasi mengalir dari berbagai sumber termasuk hewan dan tetumbuhan. bahkan disampaikan penuh teatrikal. Atau bisa juga dg teknologi Jaelangkung yg proyek pengadaannya lebih murah. Cuma untuk jaelangkung ini kita kudu bikin tim (sk dirjen lho), sewa ahli linguistik, zoo semiotik, dukun, ahli nujum, dan ahli kehutanan tentu saja (karena kita kan masih egosektoral). bergotong royong menyusun konsep lambang dan ungkapan agar memudahkan komunikasi dengan jaelangkung. sayangnya manajemen modern yg kita anut belum siap.

      jadi sementara ini mari kita percayakan ke klenik yg lain : komputer. Cenayang kita ganti dengan data manager. Pentagram, huruf2 kuno dan simbol rumit lain diganti pake koding bahasa pemrograman yang sederhana saja. juga ada tallysheet standar. boleh pake kertas atau tablet. Perhitungan posisi ga usah pake baca bintang di langit. cukup GPS sahaja.
      tapi model beginian pun bukan main pegelnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: