RBM sebagai ilmu ?

Putaran akhir workshop RBM di Makassar, 9-11 Desember 2011 kemarin lumayan menjadi hiburan akhir tahun setelah kerja panjang workshop RBM di Bogor (2x), Yogyakarta, Semarang (TN Karimun Jawa), Kuningan (TN Gn. Ciremai) dan Lampung (TN Bukit Barisan Selatan). Dalam proses itu tentu saja kami menemui person-person baru dan gagasan-gagasan baru. Berinteraksi dengan rekan-rekan dari taman nasional dan Balai Konservasi SDA yang gelisah “kerja koq begini begini aja…”

MasWahyu Murdyatmaka,TN alas Purwo, bilang “Actually, we (read: PHKA) have been almost lost on how to manage protected areas. In essential matters, we’re leaving away from the basic point of conservation on its real meaning”.

Salah satu tema diskusi di sepanjang tahun 2011 adalah literatur RBM. Beberapa rekan yang kebetulan sedang mengerjakan thesis bertanya apakah ada literatur tentang RBM? Susah juga untuk dijawab. Apalagi untuk kebutuhan referensi penulisan. Tampaknya resume diskusi terfokus atau hasil wawancara sudah harus dibiasakan lagi ada dalam daftar rujukan thesis.  Rasanya belum ada judul buku dengan tulisan RBM, apalagi buku ilmiah. Bahkan masih terbuka untuk diperdebatkan apakah RBM itu sebuah ilmu?  Sekedar pendekatan manajemen? Sebuah chasing baru atas gagasan lama?

Pemikian menarik muncul dari Mas Taufik Hermawan, akademisi UGM, yang melihat 20 calon master program khusus sebagai potensi yang dapat berkontribusi dari sisi keilmuan pada kelompok minat Pengelolaan Kawasan, Pengelolaan Satwa dalam KK, Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekoturisme. Ini mengingatkan kembali kisah kontribusi akademis pada pengelolaan hutan Jati di awal abad 20.

KONSERVASI LINTAS GENERASI. Wahyu TN Alas Purwo tengah menyimak paparan Pak Keleng Ukur, TN Gn. Leuser tentang restorasi di Cintaraja sebagai strategi penjagaan kawasan

Ada gagasan tentang RBM Knowledge center. Institute untuk mendorong terbangunnya institution. Ada kebutuhan ruang lebih lebar untuk menampung energi yang besar. Pendekatan model Pokja RBM misalnya, tidaklah memadai apabila dibandingkan dengan beban renstra, beban fakta lapangan, beban isu global, beban ego sektoral. Apalagi kawasan konservasi jelas-jelas bukan “milik” PHKA saja. Beberapa dasar memang sedang dicoba dibangun. Intellectual exercise di Juanda 15 Bogor, menerbitkan buku, membangun jaringan kerja, mengapresiasi pekerjaan PEH, berkomunikasi dengan UPT, membuat SIM, bersama-sama UPT membangun tim kerja, bikin Lab remote sensing/GIS. Tradisi dan spirit sudah mulai terbentuk. Pak Wiratno bahkan menyebut “Knowledge Center, for RBM or other related issues is at the stage of “point of no return, now or never”.

Pertanyaan RBM sebagai ilmu masihlah belum dapat dijawab dalam tahun-tahun ini. Proses sistemisasi pengetahuan memerlukan waktu panjang sampai akhirnya prasyaratnya terpenuhi. Saat ini nilai latent kata RBM masih sangat besar dibanding nilai manifestnya. Dalam definisi yang pendek RBM digantikan dengan kata “Lapangan” yang bisa berarti kembali bekerja di lapangan secara fisik atau menjadikan lapangan sebagai pusat orientasi secara fikiran. Kadang juga didefinisikan dengan manajemen data dan pada saat tertentu bermakna leadership. Bahkan kata sejarah pun menjadi bagian dari RBM karena revitalisasi pengelolaan resort/kawasan memerlukan sandaran. “The scope of analysis is not only technical matters but also the perspective of organizational behavior; analysis of historical allocation and investation of human resources, anatomy of past leadership and its consequences upon the now situation; analysis of inheritage sickness of staff that influence their existing behavior, attitude, or madness …:)); ill staff is the product of ill or very weak or no leadership…” it is directly correlated” demikian komentar Pak Wiratno soal ruang lingkup kajian RBM.

Adalah tugas mereka yang saat ini sedang di kampus berkontribusi mendorongkan RBM menjadi sebuah ilmu sebagaimana ilmu-ilmu yang lain (jika memang diperlukan untuk menjadi itu). Saat ini jauh lebih mudah difahami bahwa RBM adalah sebuah Gerakan.

———

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: