PANJI YUDHISTIRA dan KOORDERS

“Koorders …? Siapa dia ?”

Itulah pertama kali yang terbetik di benaknya ketika di penghujung kariernya menjabat sebagai eselon III Kepala Bidang Balai besar KSDA Jawa Barat di Ciamis. Di Wilayah kerjanya terdapat Cagar Alam  Nusa Gede Panjalu yang ternyata baru “ngeuh” bernama CA Koorders. Padahal kariernya sendiri sebagai urang Ciamis sudah dijalani berpuluh tahun. Mulailah sejak itu berburu mengumpulkan dokumen-dokumen lama tentang DR. HS Koorders, salah satu tokoh gerakan konservasi modern di Indoneisa awal abad 20.  Nama Koorders sendiri diabadikan sebagai nama Cagar Alam (Natuurmonument) yang tadinya bernama CA Nusa Gede Panjalu[1] Ciamis jawa Barat.

Oleh bantuan invisible hand kami bertemu figur ini setelah satu tahun purna tugas. Tampaknya bapak yang tidak berpantang makan apapun tidak bisa dipensiunkan. Masih bersemangat bercerita tentang Koorders seraya tidak pernah lupa terseling banyolan segar khas Sunda. Membuka-buka memperlihatkan draft yang sedang disusunnya.

Perpustakaan yang ada LIPI, Litbang Kehutanan, Pertanian, Manggala Wanabhakti, Pusat Arsip Nasional termasuk dokumen-dokumen lama yang ada di Markas Juanda 15 disambanginya. Lembar-lembar demi lembar dikumpulkan, difotocopy dan dicatat ulang dalam gaya aksara serat. Semua dengan biaya sendiri.  Meski tidak akrab dengan benda bernama laptop, tidak menghalanginya untuk terus  mendokumentasi. Sebuah kerja akademis yang sesungguhnya: tekun menggali dan menjumput helai demi helai data dan fakta tanpa diganggu pretensi metodologi dan asumsi. “…Saya hanya mengkompilasi. Saya tidak menganalisis. Hanya mengutip ucapan para tokoh ilmuwan dimasa itu tentang beliau (Koorders) lalu menjilidnya, kitu..”  Tuturnya seraya menggosokkan minyak penghangat tubuh ke dahi lalu menghirup sisa yang menempel di kepalan tangannya.  Ini Kalimat yang sering terlontar. Sebuah kerendah-hatian akademis. “Saya hanya fokus hingga masa 50-an saja. Setelah itu biar yang lain saja yang nangani…” Menegaskan positioning-nya terhadap kajian sejarah konservasi Indonesia. Energi positifnya rupanya menular sehingga sempat sejarah konservasi menjadi wacana kami berbulan lamanya. Lewat suasana yang dibawa Pak Panji itulah kami menemukan 4 nilai dasar gerakan konservasi di masa lalu : Riset, Ke Lapangan, Mendokumentasi, Jaringan kerjasama.

Ada kepentingan besar untuk menguak sejarah konservasi Indonesia yang selama ini samar-samar, tertutupi kisah pengelolaan jati, eksploitasi HPH  atau bahkan gagasan import konservasi.  Ini jauh dari soal romantisme. Pengetahuan masa lalu adalah ciri kemajuan sebagaimana bangsa Arab bangga atas kemampuannya merunut Nasab. Penguasaan terhadap sejarah berarti pula kepemilikan titik tolak-titik tolak.  Semakin banyak titik tolak semakin besar energi momentumnya.


[1] Natuurmonument Noesa Gede Pendjaloe ditunjuk dengan Besluit van den Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indië van 21 Februari 1919, No. 6, Staatsblad van Nederlandsch-Indië 1919, No. 90, bersama-sama dengan penunjukan Natuurmonument Junghun, tokoh naturalis yang berkiprah di Indonesia.

Setelah Koorders wafat, dengan Besluit van den Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indië van 6 November 1921, No. 60, Staatsblad 1921, No. 683) pulau Nusa Gede di Telaga Panjalu diubah namanya menjadi Pulau Koorders dan Cagar Alam Koorders sebagai penghormatan atas dedikasinya dalam gerakan konservasi perlindungan alam di Indonesia.

3 Responses to PANJI YUDHISTIRA dan KOORDERS

  1. resi mengatakan:

    Semoga cepat diterbitkan ya Pak Pandji bukunya..
    semangat selalu untuk Pak Pandji dan tim…_

  2. Ping-balik: Direktorat PJLKKHL » Gelar Talkshow “Cinta Alam dan Partisipasi Konservasi Generasi Muda Dalam Aksi Nyata”, Cibodas 5 Oktober 2012

  3. Ping-balik: Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [National Park] | Gelar Talkshow “Cinta Alam dan Partisipasi Konservasi Generasi Muda Dalam Aksi Nyata”, Cibodas 5 Oktober 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: