Monitoring Kawasan Konservasi via RS/GIS

Menyoal Komitmen Data Spasial

oleh Nurman Hakim, 2009

…Kualitas yang tampak di alam hanyalah karena perbedaan struktur geometric…(Euclid)

Begitu turun dari motor patroli, Tuwuh-seorang petugas Polhut- bergegas melaporkan temuan tunggak-tunggak kayu bekas tebangan dalam CA Rawa Danau kepada Kepala Seksi Serang BKSDA Jawa Barat. Rekan-rekan lainnya ikut mendengar tanpa banyak bertanya tentang lokasi. Semua Polhut disitu sudah hafal betul tempat kejadiannya. Sang Kepala Seksi segera mengeluarkan perintah membuat laporan kejadian sementara beberapa petugas lainnya melakukan penyisiran lapangan. Saat mengetikkan informasi lokasi muncul sedikit gangguan, bagaimana menjelaskannya kepada Kantor Balai agar mereka bisa dengan mudah mengetahui titik lokasi kejadian ? Adegan singkat ini menunjukkan situasi bahwa data spasial dibutuhkan oleh rekan-rekan Polhut.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Pak Hilal dan Pak Marlan : Man Behind the Data

Di sudut meja tempat scaner ukuran kertas A4 diletakkan, Pak Hilal (52 th) dengan cermat menghitung dan melipat peta CagarAlam Lembah Harau seukuran A3 agar hasil scan mengandung sisi overlap. Bidang overlap itu mutlak dibutuhkan untuk proses penyatuan di aplikasi pengolah gambar. Biasanya butuh 6 kali siaman untuk peta ukuran A2 atau 4 kali untuk A3. Lipatan-lipatan lapuk peta tua berangka tahun 1932 itu dengan hati-hati dirapikan. agar robekannya tidak bertambah besar. Sejelek apapun peta itu, gambar didalamnya amat berharga. Saksi absah ditunjuknya sebuah kawasan konservasi di Sumatera Barat bernama natuurmonumenten Harau Kloof 77 tahun silam.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Penataan Kawasan : MENUJU PENGELOLAAN BERBASIS RESORT

oleh: Wiratno, Direktorat konservasi Kawasan-Ditjen PHKA-Dephut

1. Latar Belakang dan Justifikasi

* Eselon I Departemen Kehutanan, yang memiliki mandat ”pemangkuan” kawasan hanya Ditjen PHKA. Ditjen BPK tidak mengelola langsung hutan produksi. Dengan konsep KPHP, kemungkinan besar pengelolaan hutan produksi ke depan segera diserahkan ke daerah. Pemegang HPH, HTI, dan IPK lah yang melakukan intervensi dan kontrol langsung di lapangan. Ditjen RLPS juga demikian, bergerak di tataran hutan rakyat, hutan kemasyarakatan tentu tidak melakukan pemangkuan kawasan secara langsung. Tetapi terbats melalui intervensi kebijakan untuk meningkatkan produktifitas dalam berbagai bentuk agroforetsry atau social-forestry di lahan-lahan milik masyarakat, antara lain melalui program HKM, hutan desa, dan penghijauan.

Baca tulisan ini lebih lanjut

SISTEM BLOK UNTUK PETA KERJA DAN PENATAAN KAWASAN KONSERVASI

Penataan kawasan konservasi (KK) lewat organisasi adalah membagi wilayah ke dalam satuan wewenang dan tanggung jawab Balai, seksi dan resort. Penataan kawasan berdasarkan fakta ekologi, sosial, ekonomi dan budaya adalah membagi wilayah ke dalam zona. Masih ada satu lagi, membagi KK ke dalam unit analisis, unit informasi atau satuan luas kegiatan untuk memudahkan sekaligus lebih menjelaskan hubungan antara variabel spasial (lokasi kegiatan) dengan variabel manajemen (aksi perencanaan, tindakan, dan monitoring/evaluasi).

 

Sistem blok sudah dikenal sejak 2600 tahun sebelum masehi. Mohenjo Daro, Babylon, Mesir, china, Teotihuacan Mexico adalah tempat-tempat yang mewariskan pengetahuan ini dalam aplikasi penataan kota. Hippodamus (±400 SM) yang dijuluki bapak perencanaan kota, mengaplikasikan sistem ini yang dikenal dengan nama Hippodamus plan (Grid plan). Dalam metoda ini, kota dibagi-bagi dalam satuan kotak persegi. Dalam pemetaan, Grid atau Blok merupakan penunjuk lokasi suatu objek dimana garis-garisnya berisi nilai koordinat tertentu. Cara yang sama yang digunakan kotak papan catur untuk mendefinisikan lokasi sebuah bidak.

Penataan kawasan hutan dengan sistem blok erat kaitannya dengan konsep hutan normal di masa abad 19 yang berkaitan dengan sistem silvikultur tebang habis permudaan buatan. Pada abad 14, kerajaan Prancis menerapkan pembatasan penebangan dan mengaturnya dalam suatu rotasi berkesinambungan. Sistem produksi yang mendasarkan pada kesatuan luas ini disebut couper at aire (Prancis), annual coupe (Inggris) atau Vak Werk Methoda (Belanda). Dalam sistem ini, suatu luasan dibagi dalam kotak-kotak sesuai daur[1].

Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.